Thursday, October 2, 2025

apakah ada peningkatan acetilcolinesterase pada larva nyamuk yang terpapar endotoksin Bacillus thuringiensis israelensis (Bti)?

  Secara umum tidak ada peningkatan bermakna pada aktivitas enzim asetilkolinesterase (AChE) pada larva nyamuk yang terpapar endotoksin Bacillus thuringiensis israelensis (Bti). Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa aktivitas AChE cenderung sedikit menurun atau tidak mengalami perubahan yang signifikan secara fisiologis akibat paparan tersebut. 

Alasan utamanya terletak pada perbedaan mekanisme kerja yang spesifik:
  • Mekanisme Bti (Racun Pencernaan): Endotoksin Bti (Cry dan Cyt toxin) bekerja sebagai racun lambung/perut, bukan racun saraf. Ketika tertelan oleh larva, kristal endotoksin ini larut dalam kondisi basa di dalam lambung tengah (midgut) larva, lalu berikatan dengan reseptor spesifik. Hal ini memicu pembentukan pori-pori pada membran sel epitel, menyebabkan lisis sel (pecah akibat tekanan osmosis), kerusakan saluran pencernaan, dan akhirnya kematian larva. 
  • Asetilkolinesterase (AChE): AChE adalah enzim penting dalam sistem saraf yang berfungsi menghidrolisis neurotransmiter asetilkolin untuk menghentikan transmisi sinyal saraf. Enzim ini biasanya menjadi target utama atau mengalami perubahan (seperti peningkatan ekspresi akibat resistensi) jika larva terpapar oleh insektisida kimia golongan organofosfat atau karbamat yang memang menyerang sistem saraf pusat.
Meskipun paparan Bti terkadang memicu respons stres biokimia pada larva (seperti peningkatan enzim antioksidan dan enzim detoksifikasi seperti esterase umum), enzim asetilkolinesterase bukanlah jalur utama yang diaktifkan atau ditingkatkan kinerjanya sebagai bentuk pertahanan terhadap endotoksin Bti. 

Thursday, September 7, 2023

Culiseta sp

 


Culiseta sp adalah spesies nyamuk yang umum ditemukan di rawa-rawa hutan yang sejuk dan teduh serta hutan lahan basah. Spesies ini lebih suka berkembangbiak di genangan air semi-permanen dan habitat berawa. Meskipun umumnya tidak dianggap sebagai vektor utama penyakit pada manusia, nyamuk ini diketahui menghisap darah pada burung dan mamalia, yang mengindikasikan kemungkinan perannya dalam siklus penularan arbovirus yang bersifat zoonotik. Namun, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat terbatas dibandingkan dengan spesies vektor yang lebih menonjol. 


Coquillettidia sp


Coquillettidia perturbans adalah nyamuk yang unik dan dikenal karena kemampuan larvanya untuk menempel pada akar tumbuhan air guna memperoleh oksigen, sehingga memungkinkan nyamuk ini berkembangbiak dengan baik di lahan basah yang ditumbuhi vegetasi lebat. Spesies ini merupakan vektor penting virus Eastern equine encephalitis (EEE), suatu penyakit langka namun serius yang menyerang baik manusia maupun kuda. Perilaku gigitannya yang agresif serta kemampuannya untuk menghisap darah burung (yang berfungsi sebagai reservoir virus) dan mamalia menjadikannya vektor jembatan yang efisien, artinya nyamuk ini mampu menularkan virus dari satwa liar ke manusia.


The black salt marsh mosquito (Aedes taeniorhynchus)

 



The black salt marsh mosquito (Aedes taeniorhynchus) adalah spesies yang umum ditemukan di sepanjang wilayah pesisir, terutama di rawa air payau, hutan mangrove, dan lahan basah payau. Nyamuk ini memiliki ciri khas warna gelap dan garis-garis putih tipis pada kakinya. Nyamuk ini beradaptasi dengan baik untuk berkembang biak di air asin atau payau, dan sering bertelur di daerah yang secara berkala tergenang oleh pasang surut. Telur-telurnya dapat tetap dalam keadaan tidak aktif selama berbulan-bulan hingga kondisi menjadi tepat, sehingga populasi nyamuk ini dapat melonjak setelah hujan lebat atau banjir pasang surut. Karena kemampuannya beradaptasi, nyamuk ini berlimpah di banyak lingkungan pesisir dan dapat terbang sejauh lebih dari 5 km dari tempat perkembangbiakannya untuk mencari darah.

Aedes taeniorhynchus merupakan spesies pengganggu karena perilaku gigitannya yang agresif; nyamuk ini sering berkerumun dalam jumlah besar dan menghisap darah baik manusia maupun hewan. Hal ini menjadikannya hama utama di komunitas pesisir, terutama selama bulan dengan suhu hangat. Selain itu, spesies ini memiliki signifikansi medis sebagai vektor potensial beberapa penyakit, termasuk radang otak (Venezuelan equine encephalitis), dog heartworm, and West Nile Fever. Di sisi lain, nyamuk ini juga merupakan bagian dari jaring makanan, yang menjadi mangsa bagi ikan, burung, dan serangga lainnya. Kelimpahannya mencerminkan produktivitas ekosistem rawa air payau, meskipun mereka menimbulkan tantangan bagi kesehatan dan kenyamanan manusia.

Thursday, March 24, 2022

Distribution map of mosquito species of Genus Mansonia in Indonesia

 Distribution map of mosquito species of Genus Mansonia in Indonesia

 

Species checklist and distribution of Mansonia mosquito species in Indonesia